
Membangun sebuah masjid tidak dilakukan sembarangan sebagai simbol kemuliaan dan spiritualitas. Salah satu elemen yang paling mencolok adalah kubah masjid. Fungsinya bukan hanya memperindah masjid saja, melainkan cerminan identitas dan kekokohan bangunan.
Kubah bukan sekadar ornamen semata, namun jadi bagian krusial dari struktur masjid. Keberadaannya harus sesuai standar estetika dan juga teknik konstruksinya. Nah, artikel kali ini akan membahas mengenai tips dan pertimbangan memilih kubah yang bukan hanya indah, namun berkualitas, kokoh, dan juga tahan lama.
Menentukan Anggaran
Faktor utama yang perlu Anda pertimbangkan sebelum membeli kubah adalah harganya. Ketika Anda mengetahui budget yang ada, bisa menyesuaikan jenis-jenis kubah yang akan Anda pilih. Tentu saja tanpa mengorbankan kualitasnya. Sebab, harga kubah sendiri dipengaruhi beberapa faktor seperti lokasi pemasangan, material, dan ukurannya.
Memilih Material Kubah yang Kokoh dan Kuat

Pemasangan kubah tentu saja berada di atap masjid, di luar ruangan. Untuk mendapatkan kubah yang kuat dan kokoh tentu harus mempertimbangkan kualitas materialnya. Terlebih pemasangannya yang berada di luar, memungkinkan terdampak perubahan cuaca setiap harinya.
Penting untuk Anda memperhatikan material yang tahan terhadap berbagai cuaca, bagaimana kekokohan strukturnya, dan perawatan jangka panjangnya. Secara umum, berikut ini beberapa material kubah yang bisa Anda pilih.
Galvalum
Material ini terbilang ringan tetapi kuat dan tahan terhadap korosi. Ini sangat cocok untuk jenis kubah modern. Selain itu, harganya pun relatif terjangkau dan proses pemasangannya lebih cepat. Namun, penggunaannya hanya cocok untuk jenis masjid kecil ataupun menengah.
Beton
Beton merupakan material yang sangat kuat dan memberi kesan megah. Sehingga cocok untuk pemasangan pada masjid besar. Terlebih material ini tidak mudah rusak dan tahan lama. Hanya saja, bobotnya sangat berat yang membuat proses pengerjaannya memakan waktu lebih lama.
Enamel
Enamel ini biasanya digunakan hanya untuk finishing bagian luar kubah saja. Sebab, material ini mampu memberikan tampilan yang mengkilap, anti karat, dan tahan panas. Bahkan, tersedia dalam berbagai warna yang bisa Anda sesuaikan dengan desain masjid. Kombinasi antara lapisan enamel dan baja akan menciptakan kubah yang indah sekaligus kokoh.
Mempertimbangkan Struktur Penopang
Pembangunan kubah sudah semestinya mempertimbangkan struktur penopang atau rangka yang kuat. Struktur ini biasanya terbuat dari baja konvensional maupun baja ringan. Namun, keberadaannya yang krusial untuk menopang kubah, Anda harus mempertimbangkan berbagai faktor.
Misalnya apakah struktur ini didesain oleh perusahaan atau tim ahli. Kemudian apakah sambungan atau pengunci dari struktur ini benar-benar aman. Selain itu, struktur harus anti karat dan juga tahan akan angin kencang maupun gempa.
Struktur yang buruk bisa mengakibatkan keretakan, kebocoran hingga roboh. Jadi, Anda perlu memilih kontraktor maupun perusahaan spesialis kubah masjid yang benar-benar profesional.
Menyesuaikan Ukuran dan Bentuk Masjid
Ukuran kubah semestinya proporsional dengan bangunan utama dari masjid. Ini bukan soal estetika semata, melainkan juga keamanan bangunan. Kubah yang terlalu besar maupun kecil bisa berbahaya untuk strukturnya. Berikut ini beberapa jenis kubah yang bisa Anda pilih.
Kubah Pinang
Model kubah ini layaknya buah pinang dengan panjang diameter sama. Berbeda dengan jenis kubah lain yang tingginya ½ atau ¾ diameter. Sehingga bentuknya cenderung memanjang ke atas, tetapi memiliki alas luas. Jenis kubah ini memang jarang digunakan karena rata-rata masjid menggunakan kubah jenis setengah bola ataupun madinah.
Kubah Setengah Bola
Jenis kubah ini termasuk banyak digunakan, yang sering kali disebut juga dengan kubah setengah lingkaran. Tidak hanya bentuknya yang sangat bulat dan unik, tetapi ada berbagai pilihan ukuran. Namun, idealnya ukuran kubah setengah bola ini diameternya 5 meter dan tingginya 3 meter, bisa disesuaikan dengan ukuran yang dibutuhkan masjid.
Kubah Madinah
Kubah madinah populer digunakan pada masjid-masjid di Indonesia. Ciri khasnya memiliki tinggi yang cukup panjang, semacam mengerucut ke bagian atas. Jenis kubah ini sering disebut juga dengan kubah oval karena bentuknya yang setengah lingkaran namun cenderung oval.
Secara umum, tingginya ¾ meter dari diameter, misalnya diameternya 6 meter maka tingginya sekitar 4,5 meter. Namun, Anda bisa memesan kubah ini sesuai dengan ukuran dari masjid.
Kubah Bawang
Kubah ini bentuknya seperti bawang yang menggunakan material enamel atau galvalum. Biasanya kubah ini memiliki 2 diameter, pada bagian tengah dan bawah. Ukuran diameter yang ada di tengah lebih besar daripada yang ada di bawah.
Memperhatikan Sistem Drainase
Letaknya yang berada di luar, memungkinkan kubah selalu terkena hujan dan panas setiap waktu. Penting untuk memperhatikan sistem drainase dan perlindungan akan kebocoran.
Pastikan Anda menggunakan pelapis anti bocor pada permukaan yang ada di dalam kubah. Selain itu, memperhatikan sudut kemiringan agar air mengalir dengan lancar. Pasang saluran air dan talang secara tersembunyi agar tidak mengganggu estetikanya.
Memilih Kontraktor atau Perusahaan Spesialis
Membangun kubah bukanlah pekerjaan yang bisa dilakukan sembarangan. Butuh pengalaman, keahlian teknis, dan juga peralatan khusus. Pilihlah kontraktor atau perusahaan yang punya rekam jejak menangani proyek serupa. Selalu periksa portofolio kerja mereka untuk melihat proyek yang sudah pernah dikerjakan, dan juga bagaimana testimoni klien sebelumnya.
Itulah penjelasan mengenai tips cerdas memilih kubah masjid yang kuat dan berkualitas. Ingat, memilih kubah bukan soal estetika saja, melainkan menyangkut keberlangsungan bangunan dan juga aspek teknis. Perhatikan kualitas material, proporsi desain, sistem pelindung, sistem drainase, dan kontraktor atau perusahaan yang menanganinya.
